Excerpt #5 - Home.

Make a little conversation

Saat itu awal bulan September 2015, dimana kamu memulai pembicaraan denganku, yang sedang terduduk diam menahan rasa hampa. Kamu tidak akan pernah tahu betapa senangnya aku saat itu.


So long I've been waiting 

Kita sudah saling mengenal sebelumnya. Aku ingat saat kamu memegang tanganku ketika pertama kali kita bertemu. Kamu tersenyum jahil saat itu, dan aku memutuskan untuk menyukaimu. Tapi sepertinya waktu belum mengijinkan kita untuk bersama, jadi aku menunggu.


To let go of myself and feel alive

Apa kamu tahu rasanya terkekang oleh diri sendiri, dihantui oleh penyesalan dan rasa bersalah akan apa yang telah kamu lakukan sebelumnya? Aku pernah, dan aku harap kamu tidak akan merasakan hal semacam itu. Aku lega bisa bertemu denganmu. Aku merasa hidupku jauh lebih baik saat itu, dan aku harap aku membeikan dampak yang sama terhadapmu.


So many nights I thought it over

Aku mulai memikirkan kamu di saat aku seharusnya merasa terpuruk. Aku tidak tahu apakah itu hal positif atau tidak, tetapi aku menyukai apa yang aku rasakan saat dirimu muncul dalam benakku.


Told myself I kind of liked her
But there was something missing in her eyes


Aku mulai mencoba menyukai diriku sendiri saat mengenalmu. Memang sulit awalnya, tapi kupikir akan lebih baik jika aku mulai memikirkan diriku sendiri dan berhenti untuk selalu mengedepankan perasaan orang lain dibanding perasaanku. Terima kasih untuk saranmu.


I was stumbling, looking in the dark
With an empty heart



Kamu datang di saat aku terpuruk, dimana hanya kekosongan yang mengisi hariku. Kamu datang membawa rasa hampa yang sama, tapi tidak apa. Karena kita tidak lagi sendiri, tetapi bersama-sama. Kita butuh penerangan; aku punya ranting, dan kamu tahu cara membuat api.


But you say you feel the same
Could we ever be enough?
Baby we could be enough


Kemudian kalimat itu pun terucap, menyusup keluar dari bibirmu. Aku mendapatkan apa yang selama ini kutunggu-tunggu, rangkaian kata terindah yang tidak akan pernah aku lupakan saat pertama kalinya kudengar darimu. Dirimu sudah cukup, bahkan lebih dari cukup untukku. Hanya aku dan kamu, berbagi rasa yang telah terucap. Kita berdua saja, cukup.


And it's alright
Calling out for somebody to hold tonight


Tidak apa jika kau butuh sesorang untuk berbagi kisah hidupmu, atau sesorang yang akan merangkulmu ketika kamu membutuhkan pundak untuk bersandar. Aku tidak akan keberatan menjadi seseorang itu. Aku akan selalu ada untukmu.


When you're lost, I'll find the way
I'll be your light
You'll never feel like you're alone


Kita berdua pernah tersesat, dan kita pun tahu bagaimana rasanya. Aku tidak akan membuatmu merasakan hal itu denganku, aku janji. Aku hanya ingin membuatmu tersenyum dan bahagia selalu, aku ingin menjadi terang dalam gelapmu. Jika suatu saat aku melanggar janjiku, mungkin aku yang kembali tersesat, dan saat itulah kuharap kamu yang akan menolongku.


I'll make this feel like home


Kamu adalah rumahku, dan rumah adalah tempat dimana hatimu berada. Aku akan menjadi rumah untukmu, aku akan menjadi tempat terakhir yang kamu tuju. Cepat pulang, sayang.


Komentar